Tutorial Panduan Instalasi Android Studio dan Kotlin
Halo temen-temen semuanya!!
Pada kesempatan kali ini, saya akan membuat tutorial lengkap mengenai cara menginstal Android Studio beserta Flutter, kemudian melanjutkannya dengan membuat project baru dan menjalankannya melalui Android Studio menggunakan Android Virtual Device (AVD). Tutorial ini ditujukan bagi temen-temen yang ingin mulai belajar pengembangan aplikasi perangkat bergerak, khususnya dengan framework Flutter dan environment Android Studio. Setiap langkah akan dijelaskan secara berurutan agar mudah diikuti, mulai dari proses instalasi, konfigurasi SDK, pembuatan project HelloWorld, hingga menjalankan aplikasi pada emulator Android.
Apa itu Andorid Studio?
- Windows OS:
- Windows 10 / 11 (64-bit)
- RAM: Minimum 8 GB (Direkomendasikan 16 GB)
- Storage: Minimal 8 GB free space (lebih baik 20 GB+ untuk SDK & emulator)
- Processor: Intel/AMD 64-bit; direkomendasikan mendukung virtualization (Intel VT-x atau AMD-V)
- GPU: Direkomendasikan GPU with OpenGL 3.0 atau lebih tinggi
- MacOS OS:
- MacOS 10.14 Mojave atau lebih baru
- RAM: Minimal 8 GB (Direkomendasikan 16 GB)
- Storage: 8 GB minimum (20 GB+ recommended)
- Chip: Intel-based atau Apple Silicon (M1/M2/M3)
- Catatan: Emulator ARM berjalan lebih ringan di Apple Silicon.
- Linux OS:
- Ubuntu 20.04+, Debian 10+, atau distro setara
- RAM: Minimal 8 GB
- Storage: 8 GB minimal
- Processor: 64-bit CPU
- Paket wajib: GLIBC 2.17+ libc6, libstdc++, libglib2 64-bit architecture support
- Install Android Studio: Download Android Studio & App Tools - Android Developers
- Java Development Kit (JDK) (Direkomendasikan download dulu): Java Downloads | Oracle
Buka halaman resmi: developer.android.com/studio.
Klik tombol “Download Android Studio” (tombol besar pada halaman).
Pilih paket sesuai OS (Windows/macOS/Linux) dan setujui lisensi lalu unduh file installer
Langkah 3: Instal Android Studio
- Jalankan file installer (.exe untuk Windows, .dmg untuk macOS)
- Pilih "Standard" installation type
- Pilih tema UI (Light/Dark sesuai preferensi)
- Tunggu hingga proses download SDK selesai
- Buka Android Studio
- Pada menu bar bagian atas, klik Tools
- Pilih SDK Manager
Yang perlu diinstall:
- Centang versi Android yang akan Anda gunakan untuk development. Untuk pemula, install minimal:
- Android terbaru (misal: Android 14.0 - API 34)
- Android 13.0 (Tiramisu) - API 33
- Android 12.0 (S) - API 31
- Klik checkbox Show Package Details di pojok kanan bawah untuk melihat detail komponen setiap versi
- Pada Welcome Screen, perhatikan bagian tengah layar
- Anda akan melihat beberapa tombol:
- New Project: Untuk membuat project baru
- Open: Untuk membuka project yang sudah ada
- Clone Repository: Untuk clone project dari Git
- Di bawah tombol-tombol tersebut, klik dropdown More Actions
- Dari dropdown menu More Actions, Anda akan melihat beberapa pilihan:
- Import an Android Code Sample: Import sample code
- Profile or Debug APK: Untuk profiling APK
- Virtual Device Manager: Untuk mengelola AVD (pilih ini!)
- SDK Manager: Untuk mengelola SDK
- Klik Virtual Device Manager
Catatan: Virtual Device Manager juga bisa dibuka melalui:
- Menu Tools → Device Manager (jika sudah membuka project)
- Icon Device Manager di toolbar (icon smartphone hijau)
Buka Android Studio pada komputer. Setelah Android Studio terbuka, masuk ke Welcome Screen atau buka salah satu project Android yang sudah ada.
-
Pilih menu Tools, kemudian klik Device Manager. Jika masih berada di Welcome Screen, klik More Actions lalu pilih Virtual Device Manager.
-
Pada jendela Device Manager, klik tombol Create Device atau + Create Virtual Device untuk membuat emulator baru.
-
Pilih tipe perangkat (hardware profile) yang akan digunakan, misalnya Pixel 4 atau Pixel 5, kemudian klik tombol Next.
-
Pilih System Image atau versi Android yang akan digunakan pada emulator. Jika system image belum tersedia, klik tombol Download terlebih dahulu dan tunggu hingga proses unduhan selesai. Disarankan menggunakan Android 12 atau Android 13 dengan arsitektur x86_64, lalu klik Next.
-
Lakukan konfigurasi Android Virtual Device, seperti pemberian nama AVD, pengaturan orientasi layar, graphics, dan RAM. Pengaturan default umumnya sudah cukup untuk digunakan.
-
Setelah semua konfigurasi selesai, klik tombol Finish untuk menyimpan dan membuat Android Virtual Device.
-
Android Virtual Device yang telah dibuat akan muncul di daftar Device Manager. Klik tombol Play untuk menjalankan emulator.
-
Tunggu hingga emulator berhasil melakukan proses booting dan menampilkan layar utama Android. Jika tampilan Android sudah muncul, maka Android Virtual Device telah berhasil dibuat dan siap digunakan untuk pengujian aplikasi.
- Buka Android Studio. Pada layar "Welcome to Android Studio", klik tombol New Project (tanda tambah biru).
- Pada jendela Templates (Screenshot 3), pilih Phone and Tablet di menu kiri.
- Pilih Empty Activity (pastikan ikonnya memiliki logo Jetpack Compose berwarna hijau/biru seperti di gambar, bukan "Empty Views Activity").
- Klik Next.
- Isi detail proyek sesuai yang kamu inginkan:
- Name: My Application
- Package name: com.example.myapplication (ini otomatis terisi mengikuti nama).
- Save location: D:\androidprojects (atau lokasi penyimpanan yang kamu inginkan).
- Minimum SDK: API 24 ("Nougat"; Android 7.0).
- Build configuration language: Pilih Kotlin DSL (build.gradle.kts)
- Klik Finish.
- Buka file MainActivity.kt (lokasinya: app > java > com.example.myapplication > MainActivity).
- Cari fungsi @Composable fun Greeting(...).
- Ubah kode di dalamnya. dengan kata World atau Langsung ubah teks di dalam fungsi Greeting
- Seteleh itu jalankan.
Komentar
Posting Komentar